Minggu, 15 Agustus 2021

 

SIAPA TENGADAH SIAPA TUNDUK

 

Kau jangan risau karena diri adalah kunci

Warisan yang melekat terbawa utuh sejak lahir

Rahim bunda jalan datang membawa takdir ilahi

Lalu ada pilihan kanan kiri sampai batas berakhir

 

Kau jangan risau karena engkau adalah utusan

Utusan bagi dirimu sendiri dan juga menjadi saksi

Bagi yang mengeluarkan engkau ke panggung hidup

 

Bebaskan kalbu ikuti lagu dengar semua tetabuhan

Gemulaikan tubuh sujudkan semua tanpa kecuali

Jangan risau tak perlu karena kasih tak pernah redup

 

Jangan risau tak usah karena diri adalah pintu

Pintu warisan yang terbuka lebar tanpa diketuk

Dan ketika pintu kunci kunci pintu menyatu

Masihkah perlu tengadah masihkah perlu tunduk

 

202106260934 Kotabaru Karawang

 

LANG LUNG TING TUNG BUR TUP

 

Merambah semak ilalang mencari jarum yang hilang

Menapaki panjang zaman menelusuri tepian palung

Bak maling kesiangan gugup memikul papan palang

Langkah mabuk terhuyung-huyung dimakan linglung

 

Lidah terpasung dipantangkan bicara penting

Atau kepala punya benjol gratis kena pentung

Atau pilih teriak saja lalu lari pontang-panting

 

Telan ludah gigit bibir langkah dibanting

Jerawat dipijit pecah muncrat seperti belatung

Cantik leher jenjang telinga tak  anting-anting

 

Sabar ini jaman harus sabar yang sabar subur

Mau kabur kabur kemana jalan sudah ditutup

Sabar sabar tanak nasi banyakkan air bikin bubur

Sabar sabar sampai mata menutup bibir terkatup

 

202106240819 Kotabaru Karawang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PINTU TERBUKA


Cermin berbayang wajah

Terpuji empat tujuh

Siang malam indah

Dalam dekat jauh

 

Lihat cium kecup dengar

Tidak akan pernah tertukar

Menjadi pintu terbuka sadar

 

202106192353 Kotabaru Karawang

 

DALAM DAN DENGAN

 

Batas hasrat harus dibuat agar luka tak terlalu terasa

Sepi yang datang terima karena sepilah yang setia

Jadi asing karena selalu tersisih nyaris tak dilirik

Jangan aneh jika tapaknya berupa rasa yang tercabik

 

Cinta dan rindunya akan menyatu dalam hening

Menyisakan rasa pada mereka yang masih berdiri

Dengan luka menganga tanpa darah dalam dada

 

Jangan tangisi yang terbaring dengan hati bening

Ia telah abdikan diri dalam penghambaan sejati

Ia senyum ceria karena telah dilihatnya pintu surga

 

Ia adalah cinta yang hidup dalam dan dengan cinta

Ia adalah rindu yang hidup dalam dan dengan rindu

Ia datang dalam dan dengan cinta

Ia pergi dalam dan dengan rindu

 

202106172009 Kotabaru Karawang

 

 

 

BANGUN BANGUN

 

Bangun anakku, bangun, bangun dari tidurmu yang kaku

Tidur yang menjadikan engkau bermimpi yang lucu-lucu

Bangun, cuci mukamu jangan pakai tisu, pakai air hangat

Lihat, meski sama warnanya ini tahi ayam, bukan coklat

 

Bangun, duduk, lihat katepe, alamat terbaca jelas

Engkau tidak terkurung di menara tinggi dan gelap

Kau menunggu pangeran berkuda sebagai juru selamat

 

Bangun, mandi, dandan, pakai baju, duduk di teras

Siapa tahu ada yang lewat lalu singgah menatap

Jika perlu singkap sedikit agar betismu terlihat

 

Bangun dan turunlah segera dari menara tinggi

Pakai gincu pink (jangan gancu) pada bibir mungil

Buang muka masam senyumlah manis setiap hari

Jika tidak ada yang hallo dengan “hai” izinkan aku memanggil

 

202106171350 Kotabaru Karawang

 

 

BULAN DI SELA JEMURAN

 

Yang, malam bulan di sela jemuran

Benar indah tapi terasa masih kalah

Kalah indah dengan sela yang kau suguhkan

Hitam di antara dua putih yang membakar gairah

 

Tidak seperti engkau Yang bulan terlalu jujur

Bulan telanjang dipandang semua mata

Sedangkan di lembahmu masih ada yang tersembunyi

 

Bulan jadi kalah karena terukur

Pagi pergi dan datang kembali esok senja

Sedangkah di lembahmu selalu dalam getaran hati

 

Yang, indahnya bulan karena sinar mentari

Jika berlebih bulan akan pucat pasi

Sedangkan sela yang kau suguhkan lekat di dada

Selalu ada dalam dekapan rindu karena cinta

 

202105281115 Kotabaru Karawang

 

 

KEKASIH MALAM KEKASIH SIANG

 

Kekasih malam yang perlahan datang ketika petang perlahan hilang

Selalu merentangkan tangan terbuka menawarkan dekapan dan pelukan

Di sini tempatmu dalam syahdu pelukan berbaringlah dengan tenang

Bukit perak gunung emas celah lembah indah lepaskan dan lupakan

 

Bilangan besar kecil di sini dalam hitungan tak terhingga

Jauh dan dekat di sini lenyap dan hingar bingar juga lenyap

Tenggelam tak jadi pengap terbang tinggi sayap tidak berkepak

 

Kata indah yang kau punya di sini tak punya arti tak punya makna

Pelukan dan dekapan yang kau dapat di sini lepas kata harap

Di sini kau menjadi saksi atas hidupmu pada kalbu yang berdetak

 

Kekasih siang yang datang perlahan ketika malam perlahan pergi

Menepati janji menjadi saksi dalam setiap helaan nafas hayati

Di sini tempatmu dalam pagutan rindu yang lebur dalam cinta abadi

Kau tidak lagi menjadi bayangan karena kau adalah diri sendiri

 

202105230726 Kotabaru Karawang

 

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...