merangkak
nafas tersengal sekarat
tenggelam
dalam riuh keangkuhan jagat
luluh
lantak gugur hancur gunung semangat
menjadi
bongkahan menimpa pundak berat
telah
datang malaikat membacakan surat
cukup
sudah syarat
tonggak
kematian sudah dekat
kematian
itu setangkai mawar
tak
bisa ditawar
datang
bersama sang hidup
yang
tak pernah redup
belum
ada lukisan di kavasku
aku
masih termangu
padahal
waktu tinggal sedikit
tinggal
sekejap menghimpit sakit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar