Senin, 29 Juni 2020

MAWAR DARI MALAIKAT MAUT


merangkak nafas tersengal sekarat
tenggelam dalam riuh keangkuhan jagat
luluh lantak gugur hancur gunung semangat
menjadi bongkahan menimpa pundak berat

telah datang malaikat membacakan surat
cukup sudah syarat
tonggak kematian sudah dekat

kematian itu setangkai mawar
tak bisa ditawar
datang bersama sang hidup
yang tak pernah redup

belum ada lukisan di kavasku
aku masih termangu
padahal waktu tinggal sedikit
tinggal sekejap menghimpit sakit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...