Senin, 13 Juli 2020


KISAH RUAK DAN BANGKAI PENGEMBARA

Salah bukan pada padang yang panasnya garang
Tapi ada pada hujan yang tak pernah datang
Harapan menipis karena oase kering kerontang
Harapan pengembara punah haus makin meradang

Di tebing batu ruak ruak tajam mengintai
Pengembara malang tergeletak lemah lunglai
Tertipu fatamorgana sebentar lagi jadi bangkai

Pasrah menyerah perang selesai siap menyambut
Pedangnya jatuh mulut penuh pasir nyawa dijemput
Padang sunyi angin gurun menjadi malaikat maut

Pengembara malang jadi mayat tengkurap
Ruak bersorak terbang rendah lalu hinggap
Kulit dicabik daging putih disantap
Riuh bernyanyi tubuh tanpa darah dilahap

201912240835_Kotabaru_Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...