LIDI
PAYUNG MATA
Lidi terikat kini terurai lepas satu
satu menusuk hati
Karatnya racun berbisa menyiram
dinding yang luka
Darah menjadi nanah luka parah tak
pernah sembuh lagi
Borok bernanah kini bertambah pedih
tersiram cuka
Payung terlipat tergulung rebah di
sudut gelap
Tak lagi menaungi payung kini hanya pendamping
senyap
Sepi pada malam panjang menyiksa membunuh
semua harap
Mata yang melirik tajamnya beralih
ke mata badik
Kilatnya berubah menjelma menjadi
lilitan mencekik
Putus nafas lidah menjulur dan tak
bisa memekik
Dimana madu yang dahulu kemana
perginya rindu
Mengapa buluh perindu menghantar
isak dan sedu
Bagaimana bisa langit mendadak hitam
hilang biru
Dinding hati luka berdarah bernanah
bersaksi bisu
201908201024_Kotabaru_Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar