Minggu, 19 Juli 2020


DEMI

Demi pengemis yang datang minta dibuatkan tongkat
Untuk keliling dunia mengisi usus tujuh perut
Semua pintu surga yang jauh jadikanlah dekat
Masuk dan dudukkanlah dia tanpa resah tanpa takut

Dia telah berjalan menebalkan muka dan terbakar
Menengadahkan tangan menerima cacian dan kasihan
Tongkat panjangnya memendek menghentak bumi

Pagi gagah ketukan mandi matahari berpendar
Sore payah ketukan lemah hati diliput ketakutan
Dialah yang pedih untuk perut yang mesti diisi

Demi pengemis yang terhuyung-huyung ketika senja
Demi pengemis yang menjelajah tanpa muka
Bukalah semua pintu surga jangan ada yang ditutup
Karena dia telah siap jika tiba masa mata meredup

202001141859_Kotabaru_Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...