DEMI
Demi pengemis yang
datang minta dibuatkan tongkat
Untuk keliling dunia
mengisi usus tujuh perut
Semua pintu surga
yang jauh jadikanlah dekat
Masuk dan dudukkanlah
dia tanpa resah tanpa takut
Dia telah berjalan
menebalkan muka dan terbakar
Menengadahkan tangan
menerima cacian dan kasihan
Tongkat panjangnya
memendek menghentak bumi
Pagi gagah ketukan
mandi matahari berpendar
Sore payah ketukan
lemah hati diliput ketakutan
Dialah yang pedih
untuk perut yang mesti diisi
Demi pengemis yang
terhuyung-huyung ketika senja
Demi pengemis yang
menjelajah tanpa muka
Bukalah semua pintu
surga jangan ada yang ditutup
Karena dia telah
siap jika tiba masa mata meredup
202001141859_Kotabaru_Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar