SERIBU
BULAN
cahaya
lembut seribu bulan di wajahmu menyelinap rasa
cahaya
seribu bulan membakar belantara cinta jiwa
putih
arangnya aku jadikan rangkaian kata
kususun
menjadi hiasan puisi untuk kuceritakan kepada dunia
cahaya
lembut seribu kilat di matamu menyambar lihat
menyuramkan
pendar cahaya matahari hati
putih
bayangannya aku jadikan rangkaian kata pekat
kususun
menjadi hiasan puisi untuk kuceritakan kepada dunia
seribu
petir di telingaku menyambar dengar
menjadi
nada yang membuai telinga
indah
tatanadanya aku jadikan rangkai kata
kususun
menjadi hiasan puisi untuk kuceritakan kepada dunia
tujuh
lautan jadi tinta tujuh rimba jadi kalam
mencatat
ayat menjadi surat tak terhingga
dalam
dzikir bibir bertemu bibir seperiga malam
dalam
harapan tak hendak surga tak hendak neraka
201512200057
Kotabaru Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar