Senin, 06 Juli 2020


SERIBU BULAN  

cahaya lembut seribu bulan di wajahmu menyelinap rasa
cahaya seribu bulan membakar belantara cinta jiwa
putih arangnya aku jadikan rangkaian kata
kususun menjadi hiasan puisi untuk kuceritakan kepada dunia

cahaya lembut seribu kilat di matamu menyambar lihat
menyuramkan pendar cahaya matahari hati
putih bayangannya aku jadikan rangkaian kata pekat
kususun menjadi hiasan puisi untuk kuceritakan kepada dunia

seribu petir di telingaku menyambar dengar
menjadi nada yang membuai telinga
indah tatanadanya aku jadikan rangkai kata
kususun menjadi hiasan puisi untuk kuceritakan kepada dunia

tujuh lautan jadi tinta tujuh rimba jadi kalam
mencatat ayat menjadi surat tak terhingga
dalam dzikir bibir bertemu bibir seperiga malam
dalam harapan tak hendak surga tak hendak neraka

201512200057 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...