Rabu, 15 Juli 2020


PENYAIR TUA BERTERIAK DI MANABOA

Wahai angin lembut yang berhembus membelai orang baik
Jadilah agak kencang ke situ labraklah orang jahat
Kemudian jadilah kau badai dahsyat lalu kau cekik
Bawalah besi panas tusukkan dari mulut tembus ke pantat

Wahai air mendidih lumatkan hati dan otak busuk jadi bubur
Biarlah nanti aku suguhkan kepada serigala dan macan lapar
Aku akan berteriak horeeeee ketika besoknya bubur tahi

Banyak babi sradak-sruduk banyak anjing bermata lamur
Hilang akal hilang timbangan hilang nalar
Suara parau suara sengau nyanyiannya hanya caci maki

Wahai api yang hangatnya aku jadikan senang berdiang
Terbang dan berkobarlah membakar otak-otak dungu kerdil
Jadilah lebih panas lagi lalu hanguskan otak liar jalang
Jangan kau pejam matamu ketika hancur otaknya kau bedil

202004092244_Kotabaru_Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...