LAMA
JUGA
Lama
aku terpaku di tonggakini aku berbisik sendiri
Langkahmu
masih gagah ounggungmu belum bungkuk jangan menyerah
Kejarlah
cinta tak ada lelah tak ada resah tak ada gelisah
Bila
di setiap titik lubuk hatimu kau simpan pasrah
Lala
aku berdiri silai matahari senja aku berbisik sendiri
Melati
belum berbunga kenanga pindah tersisa hanya kemuning
Itulah
bungamu basah dibalut embun pagi bening
Salah
kau letakkan rindu pada sahara kering
Lama
terpesona matahari senja aku berbisik sendiri
Memang
unik kata cinta pada lidah wanita yang terbakar
Dengan
api cintanya berlari sepanjang kaki bukit membakar
Lalu
sambil meludahi api ia memandang tubuhnya sendiri terkapar
Lama
akuberdiri di tonggak ini aku berbisik sendiri
Di
antara kita siap yang berdusta pikir atau rasa
Altar
pemujaan porak poranda
Selalu
kembali ke titik semula
Lama
aku pada tonggak yng bukan batas aku berbisik sendiri
Bagaimana
kita bisa berdekapan jika itu hanya kebetulan
Bukankah
aku sadar akan pengembaraan
Bukankah
aku sadar bahwa pengembaraankukarena harapan
201605281916
Kotabaru Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar