Selasa, 14 Juli 2020


CINTAKU CINTAMU TAK PERNAH LUSUH  

Lelaki yang mengukir malam dengan jemari
Kembali duduk sendiri mendepa cinta kekasih
Kering bibir letih mengucap ribuan kali
Berkelana menyebut nama dalam bisik lirih

Lelaki yang mengukur malam dengan sila yang kukuh
Bercanda dengan degup jantung dan darah mendesir
Gelegak cinta dan rindu semesta utuh seluruh
Berharap dekapan kekasih tidak berakhir

Lelaki telah memegang kunci dan pintu tekah dibuka
Hangat lembut belaian kekasihmembara dalam gelap
Biarkan malam dengan sunyi dan heningnya mencatat

Lelaki menumpahkan air mata pada sajadah tua
Lalu duduk menengadahkan tangan penuh harap
Jangan adalagi jauh dan jangan ada dekat

201611301433 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...