CINTAKU
CINTAMU TAK PERNAH LUSUH
Lelaki
yang mengukir malam dengan jemari
Kembali
duduk sendiri mendepa cinta kekasih
Kering
bibir letih mengucap ribuan kali
Berkelana
menyebut nama dalam bisik lirih
Lelaki
yang mengukur malam dengan sila yang kukuh
Bercanda
dengan degup jantung dan darah mendesir
Gelegak
cinta dan rindu semesta utuh seluruh
Berharap
dekapan kekasih tidak berakhir
Lelaki
telah memegang kunci dan pintu tekah dibuka
Hangat
lembut belaian kekasihmembara dalam gelap
Biarkan
malam dengan sunyi dan heningnya mencatat
Lelaki
menumpahkan air mata pada sajadah tua
Lalu
duduk menengadahkan tangan penuh harap
Jangan
adalagi jauh dan jangan ada dekat
201611301433
Kotabaru Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar