Sabtu, 18 Juli 2020


LANGIT PAGI DAN BULAN BULAT PUCAT  

Pagi redup di langit timur cerah di langit barat
Di langit barat yang verah ada bulan bulat pucat
Malu disapa mentari bulan tak bisa berlari
Maka bulan dan pucatnya menjadi baris dan bait puisi

Lalu cemburu datang menyerbu menyesakkan dada
Karena aku tahu aku Majnun dan engkau Layla

Bibir madu lidah tuba demikian dusta menari
Lincah menjelma menjadi kata mendayu dalam kalimat
Ingin ke barat tapi di timur mencari saksi
Mengapa dusta disuguhkan kepada kelasi melarat

Cemburu sedang membakar rindu dan melahap cinta
Karena aku tahu aku Majnun dan kau Layla

Bulan bulat pucat di langit pagi sebelah barat
Sama dengan wajah Layla saat sekarat
Ketika waktunya tiba masihkah Layla ingat
Tentang cinta dan rindu dalam dekapan erat

Cemburu mengelus hati dan basahlah mata
Karena aku tahu aku Majnun dan kau Layla

Engkau di mana Layla
Apakah engkau membaca kisah langit pagi
Di mana engkau nakhoda
Apakah kau masih ingat kelasi

201703150841 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...