KETOPRAK KALIYUGA
Pagi hujan Gatotkaca matanya masih
tajam
Siang hujan Antareja matanya tak
pernah pejam
Sore hujan Jayakatong matanya
menjaga malam
Malam hujan Candradimuka sekejap
bisa padam
Cepot jongkok tak segan repot
Gareng menempeleng mendadak garang
Petruk tidak menunduk tak mau
dikutuk
Dan Semar tetap menyimpan yang
samar-samar
Rumput yang tercabut menjadi gada
Kresna terpanah telapak kakinya
Jangan jadi Yadawa meski Yadawa
hanya cerita
Semar mesem menggumam nyaring
Apakah aku perlu menungging
Lalu dari perut aku hembuskan angin
kentut
Membungkam carut marut biang
semrawut
201903300650_Kotabaru_Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar