Sabtu, 18 Juli 2020


ENTAH  

gemuruh rusuh gedung-gedung runtuh subuh
tubuh-tubuh ditetak rubuh

terbit matahari banyak yang lari ribuan ngeri harta tak berarti
harta membunuh diri pangkat menyiksa hati cantik sakit hati

teriak laknat sikatdi lidah ketat melekat paha dada lepas ikat
lidah serigala menjulur menjilat-jilat darah keringat seringai nikmat

lepas mengejar beringas dikulum nafas panas

dedemit pesta nerahi ketika naik siang pakai berahi kuda jalang
pakai berahi anjing makan tulang pakai berahi babi menunggang

gadis-gadis kecil direbut dari pelukan
ibu isteri gadis janda perawan
melolong jadi santapan

kota penuh kepul asap jalan lari sepatu berderap
mulut dibekap mata gelap
lidah api di langit dan di atap

si gila selamat pidato di pinggir jalan
di sampingku memanggil tuhan
menyanyi lagu indonesia raya  tanah airku
tanah tumpah darahku mari kita makan tahu

jangan pakai baju dulu ini lihat bulu ini lihat buluku
ayo maui pakai aku siapa mau pakai aku

bangun aku dan bertanya
apa siapa mengapa kapan di mana bagaimana


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...