ENTAH
gemuruh
rusuh gedung-gedung runtuh subuh
tubuh-tubuh
ditetak rubuh
terbit
matahari banyak yang lari ribuan ngeri harta tak berarti
harta
membunuh diri pangkat menyiksa hati cantik sakit hati
teriak
laknat sikatdi lidah ketat melekat paha dada lepas ikat
lidah
serigala menjulur menjilat-jilat darah keringat seringai nikmat
lepas
mengejar beringas dikulum nafas panas
dedemit
pesta nerahi ketika naik siang pakai berahi kuda jalang
pakai
berahi anjing makan tulang pakai berahi babi menunggang
gadis-gadis
kecil direbut dari pelukan
ibu
isteri gadis janda perawan
melolong
jadi santapan
kota
penuh kepul asap jalan lari sepatu berderap
mulut
dibekap mata gelap
lidah
api di langit dan di atap
si
gila selamat pidato di pinggir jalan
di
sampingku memanggil tuhan
menyanyi
lagu indonesia raya tanah airku
tanah
tumpah darahku mari kita makan tahu
jangan
pakai baju dulu ini lihat bulu ini lihat buluku
ayo
maui pakai aku siapa mau pakai aku
bangun
aku dan bertanya
apa
siapa mengapa kapan di mana bagaimana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar