Kamis, 09 Juli 2020


PANGGUNGNYA JALAN SETAPAK  

Seperti ombak bergulung berkejaran lalu berderai
Pecah berbuih di bibir pantai
Seperti itulah tarian ini harus selesai
Di panggung jalan setapak di kaki bukit landai
Wiraga wirasa wirama sama semua harus gemulai
Harus selesai jangan sebatas andai

Jalan setapak sudah aku jelajahi dalam gemnuruh badai
Lembaran daun di semak belukar dan rerumputan kubelai
Telah kusangga nyawa hutan yang layu terkulai
Tapi aku merasa ini bukanlah tanda batas sampai

Panggung jalan setapak
Dan jantung yang masuh berdetak
adalah panggung senjaku yang semarak
Aku bertanya pada darah merahku yang menggelegak
di batas sampai akankah ada dan terlihat tonggak

201703122007 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...