Kamis, 16 Juli 2020


GUMAM SI GILA

wahai tuhanku alangkah baiknya kamu
membiarkan aku hanyut dalam arus mabukku
dengan mabuk aku bebas telanjang tak lagi malu
melangkah kemana aku mau menyanyi dimana aku mau
menari dimana aku mau
apa saja dimana dan kapan aku mau

biarkan dunia tak mengerti aku
tapi aku mengerti dunia mereka
biarkan aku di dunia luasku
dan biarkan mereka di dunia sempit mereka
biarkan mereka memujamu
dengan tarian dan lagu-lagu

biarkan aku memujamu 
menanam engkau dalam helaan nafasku
biarkan aku berkata langit putih awan biru

kalau saja bisa aku ingin jadikan kulitku sebagai acar
dagingku kuiris untuk santapan anjing-anjing liar
lalu tulang-tulangnya kulucuti kulempar
biarkan dilahap serigala-serigala lapar
biarkan lintah mengisap darahku hingga mengucur segar
aku tanpa tubuh kasar  dalam kegilaan aku sadar

tuhanku biarkan aku menonton topeng
sepanjang jalan ini alangkah banyaknya topeng kaleng
lagu sengau dinyanyikan oleh topeng rombeng
tarian aneh diiringi lagu aneh topeng bopeng


tuhan aku geli melihat mereka menertawakan aku
tuhan aku geli melihat mereka yang pura-pura  tahu
tuhan aku geli melihat mereka bercelana dan berbaju
hanya untuk menyembunyikan sesuatu yang berbulu

tuhan jatuhkan langit dikepalaku biar remuk ini kepala
bahannya bagus untuk bikin otak-otak saja
tuhan pikirannya menjadikan aku disebut gila
oh apa daya terhadap kuasamu aku tak berdaya

biarkan aku bebas menari dan menyanyi
di sepanjang jalan hidup ini

201306201413_Kotabaru_Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...