Rabu, 08 Juli 2020


UJUNG JALAN LURUS  

aku menulis lagi tentang tumpukan dosa
yang menggulung erat melekat dalam dada
terukir tersusun rapi dalam pikir dan rasa
tersembunyi namun semua terlihat nyata

aku ingin menulisnya dengan tinta air mata
barangkali basahnya bisa menghapus hina
namun telah lama air mataku habis

gunugn dosa tertoreh dalam sebuah nama
yang mau tak mau aku harus punya
aku dengan namaku tidak bisa lagi menangis

pikir dan rasa yang menyimpan gunung batu
kugiring berjalan menjelajah pada jalan lurus
sampai aku ke ujung dan di sana aku akan berkata
semua catatan hilang lenyap dalam pengakuan tulus

201804241152 Kotabaru Karawng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...