HIDUP
YANG MATI
Aku
memanggil kekasih yang telah lelap terbaring dalam tidur panjang
Dengan
bibir bodoh mengucap mantera, kalimat puja, lagu sendu, dan air mata
Aku
berharap kekasih menggeliat, berjalan, dengan cinta dia datang
Untukku
dibawakannya hidangan dan berkereta-kereta kunci istana
Kekasih
yang hidup telah aku matikan kini kupanggil setiap hari
Kupuja
kekasih dalam untaian sajak, kupuji dalam bait-bait puisi
Kupandang
dan kudengar mesra, kupeluk utuh kudekap dalam gelap arti
Ini
aku disini berkecimpung dalam bingung laut yang ada tanpa garam
Ini
aku disini berenang dalam bimbang purnama yang ada tanpa malam
Ini
aku disini berjalan dalam siang terangkah atau malam yang kelam
Aku
mengerat lidah dan karenanya aku tak tahu pahit dan manis
Kucungkil
biji mata dan karenanya aku tak tahu kerikil dan intan
Aku
memasung hati dan karenanya aku tak tahu tawa dan tangis
Kubunuh
diri dan karenanya aku tak tahu mana harapan dan kenyataan
201812210746_Kotabaru_Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar