DARI
MALAM KE SIA-SIA
Malam
punya rupa menjelma pada wajah pucat yang gelisah
Melam
punya lupa menyelinap ke dalam jiwa yang resah
Malam
punya luka pada daging darah yang bercampur nanah
Malam
punya duka terlihat pada lutut yang menyangga tubuh lemah
Malam
punya sakit dari kenangan dan rasa yang terhimpit
Malam
punya jerit ingin lepas semua beban dan rasa sempit
Malam
punya bangkit ingin bersayap menjelajah langit
Malam
punya surat hampa baca karena surat tanpa sirat
Malam
punya adat mengalir dalam darah parah mengikat
Malam
punya minat ingin tenggelam dalam jauh dalam dekat
Malam
punya cerita seribu mimpi seribu harapan seribu cita-cita
Malam
punya berita tikar telah dilipat dan telah selesai sila
Malam
punya akhir tonggak matahari terbit yang bukan sia-sia
Malam
punya batas pada ayat-ayat yang jelas mahanyata
201709130710
Kotabaru Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar