Minggu, 12 Juli 2020


KERANJANG DI PUNDAK TUAKU

Aku mengepakkan sayap tinggi melayang
berdendang senang mengejar jejak elang terbang
jauh dibalik langit di lubang hitam awang-awang
mengumpulkan bayang-bayang siang
bayang-bayang kusimpan dalam keranjang
lalu keranjangnya kusandang di pundak tuaku

Aku menukik tajam
ke dasar bumi menghunjam
di sana ada siang seperti malam
bayang-bayang malam kusulam
sulamannya kusimpan dalam keranjang
lalu keranjangnya kusandang di pundak tuaku

Aku berjalan menelusuri jejak angsa berenang
satu-satu jejaknya kupegang
jejak angsa berenang kusimpan dalam keranjang
lalu keranjangnya kusandang di pundak tuaku

Masuk ke dalam gua pengap
ada bayang-bayang hitam gelap
bayang-bayang kutangkap kudekap
bayang-bayang gua gelap kusimpan dalam keranjang
lalu keranjangnya kusandang di pundak tuaku

Di pundak tuaku ada bayang-bayang
bayang-bayang bulan bayang-bayang bintang
Setia sepanjang hayat diingat mengingat teringat
diikat mengikat terikat lekat erat

201401100906_Kotabaru_Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...