KISAH
PADA WAJAH BULAN PUCAT
Pada
pelepah palm bulan pucat seakan singgah
Bulankah
yang lelah atau aku yang lelah
Bulankah
atau aku yang terengah-engah
Aku
meraba dada, ah aku yang lelah
Aku
yang lelah aku yang terengah-engah
Apakah
aku terlambat menyadari lengah
Biarkan
aku tertatih melangkah
Pada
pucuk pohon mangga seakan-akan singgah bulan pucat
Jauh
bulan pagi ini olehku terasa dekat
Kuraba
engkau dan kuhapus kenangan yang melekat
Bulan
pucat tampak seakan-akan melayang di balik awan
Wajah
tempat singgah kelana dalam pengembaraan
Wajahtempat
rindu dan deritanya ditumpahkan
Dalam
perjalanan yang tak berkesudahan
Bulan
pucat besok tetap akan ada lagi di langit
Tak
akan pernah bosan mendengar jiwa-jiwa yang menjerit
Bulan
akulah yang lelah akulah yang terengah-engah
Akulah
yang lengah akulah yang salah
Akulah
yang sakit aku yang terhimpit
Aku
yang menjerit
201607240644
Kotabaru Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar