Senin, 06 Juli 2020


RINDU SEPERTI HUJAN PAGI  

Pagi hujan lagi seberkas rindu menghampiri hati
Di tepihati indah sekali rindu merajut serpihan kenangan
Begitulah dalam rindu kenangan dirajut utuh kembali
Seperti jutaan titik air yang jatuh menjadi hujan

Engkau tidak akan pernah mengerti seperti apa cintaku
Jika engkau mengenang dekapanku sebagai nelayan asing
Yang mengintai kapanlengahnya penjaga pantai
Lalu seouas hati membantai setelah iotu tertawa puas
Engkau tidak akan pernah mengerti seperti apa cintaku
Jika engkau mengenang kecupanku  sebagai berahi anjing
Mendekat merintih menjilat ingin dibelai
Membaca senyumku sebagai seringai ganas

Mengukur hanya sampai lantunan
Mengukur hanya sampai nyanyian
Mengukur sampai batas khayalan

Padahal aku yang kau lihat dengan mata
Bersemayam dalam jiwa
Batin adalah gambar mahanyata

Pagi hujan lagi titik airnya jatuh pada dedaunan
Kusebut banyak nama ketika bibir terkatup
Ada namamu melekat

Rindu dan cinta adalah cerita panjang yang tak diselesaikan
Gairahnya tak pernah redup
Tegak dalamterang namun tak terlihat

201603260719 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...