Selasa, 07 Juli 2020


PUISIKU UNTUK ROHINGYA  

jika aku membacamu lewat adam aku berkata
jangankan manusia sudah berjuta-juta
baru beberapa gelintir saja
manusia sudah bisa membuat luka dunia

jika aku membacamu lewat isa aku berkata
telah ditampar ribuan pipi kanan
segera tunggangi buraq menyelam di danau rahasia
katakanlah ini ribuan pipi kiri kupersembahkan

algojo menebaskan pedang leher putus darah membersit
tidakkah itu bisa disebut atribut cinta
di mulut ular tikus mencicit atau kodok menjerit
menurutku itu adalah cinta dan segala keindahannya

rohingya aku menangisi sungai berbangkai
yang kau pandang smbil memeluk sisa belahan jiwa
lemparkan harapanmu biar ikut hanyut ke pantai
di sana tegaklah mancoba memahami kerja tuhan yang rahasia

201705091007 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...