Rabu, 08 Juli 2020


MEMANDANG CERMIN RETAK  

Meski terasa datar ini jalan setapak yang menanjak
Bara di sekitar belukar membakar habis semua semak
Desah asap memicu erangan dan api ganas merebak
Sesal tidaknya ada ketika pohon rebah tergeletak

Angin mengaping silalatu* mengapung menyala sejenak
Rasa asing hinggap tertahan terhimpit lalu meledak
Di kegelapan hati setan menyeringai atau terbahak

Jalan setapak makin menanjak pengembara mendongak
Air kata-kata ditenggak meledakkan hasrat berteriak
Puisi semu digubah lalu dibaca dengan suara serak

Atap langit dinding langit bantal kasur semak
Meraba dada meraba jantung yang masih berdetak
Pemburu menahan langkah tapi dahan patah berderak
Engkau dan aku terbaring memandang cermin retak

201711130907 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...