SATU
SENDOK KECIL MADU
aku
tidak menemukan kata-kata untuk melukiskan imajinasi liar yang sensasinya
membakar kulit tulang daging dan sumsum jadi abu
berhenti
sejenak detak jantung lalu darah kering terbakar
ketika
aku menilat sesendok kecil madu yang kuuoleskan di bibirmu
tergerai
rambut di bahu berheni mega berarak berheni semilir angin
di
mana barat dan timur di mana utara selatan ketika madu mengaku
siapa
bertanya kepada siapa dan ingin bertanya siapa yang ingin
akulah
manis sejati manis padaku tidak manis pada lidahmu
siapa
menyembah siapa disembah siapa dicipta siapa mencipta
siapa
melukis dan menulis tentang langit an segala dustanya
siapa
yang datang membendung laut agar tidak berombak
adalah
imajinasi liar untuk sebuah neraka yang sudah menganga
imajinasi
yang tidak ad kata dab kalimat untuknya
akukah
duduk di sana
201606050042
Kotabaru Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar