Rabu, 08 Juli 2020


SATU SENDOK KECIL MADU  

aku tidak menemukan kata-kata untuk melukiskan imajinasi liar yang sensasinya membakar kulit tulang daging dan sumsum jadi abu
berhenti sejenak detak jantung lalu darah kering terbakar
ketika aku menilat sesendok kecil madu yang kuuoleskan di bibirmu

tergerai rambut di bahu berheni mega berarak berheni semilir angin
di mana barat dan timur di mana utara selatan ketika madu mengaku
siapa bertanya kepada siapa dan ingin bertanya siapa yang ingin
akulah manis sejati manis padaku tidak manis pada lidahmu

siapa menyembah siapa disembah siapa dicipta siapa mencipta
siapa melukis dan menulis tentang langit an segala dustanya
siapa yang datang membendung laut agar tidak berombak

adalah imajinasi liar untuk sebuah neraka yang sudah menganga
imajinasi yang tidak ad kata dab kalimat untuknya
akukah duduk di sana

201606050042 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...