Kamis, 09 Juli 2020


PENUNGGANG KUDA DAN BUNGA SEKUNTUM  

Telanjang dada penunggang kuda menerjang
Padang panas memanggang
Erat tangan memegang tali kekang
Kaki menghimpit punggung garang

Penunggang kuda senyum
Menggigit bunga sekuntum

Kuda meringkik dihimpit tengkuk dipeluk
Bunga sekuntum lunglai takluk
Panas siang memanggang terkutuk
Rambut putus jatuh bunga sekuntum tunduk

Penunggang kuda senyum
Rambut dikecup semerbak harum

Dalam gelap padang rumput hitam
Dataran berbukit putih kelam
Pejam mata tajam menuju puncak
Beradu dua dada jantung berdetak

Penunggang kuda mengulum senyum
Menimang benang basah di lubang jarum

Pelana diinjak perut kuda dijejak
Jalan setapak diraba di mana rasa dilacak
Nafas terengah semakin dekat ke puncak
Terdengar lahar dalam kawah menggelegak

Tiang tak lagi tegak
Seribu cahaya semarak

201701302134 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...