Sabtu, 18 Juli 2020


DINDING TAK BERMATA  

Meski untukmu aku punya sembilanpuluh sembilan cinta
Tapi jika satu cinta dalam hatimu tak bercahaya
Bagaimana bisa aku leluasa mendekap menyatukan rasa
Dan itu terjadi karena kau bersandar di dinding buta

Jauhi dinding siapkan dada dan cintamu yang satu
Matikan ruang dan waktu mari menyatu dalam hening
Dan biarlah air mata kembali titik di sajadah tua

Biola dan dawai-dawainya yang dimainkan dengan syahdu
Dengan nada irama dan lirik indah berjalan seiring
Tidaklah ada artinya jika tidak tahu sejatinya cinta

Sepenuh hati aku memeluk sepenuh hati engkau mendekap
Lalu cintamu tampak dalam bahasa cahaya-cahaya indah
Menyatu dalam rasa dan tak ada lagi terang gelap
Di ujung malam penyair meraba pena menggubah madah

201709300747 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...