JEMPUT
AKU DI PERBATASAN
Aku
memandang cermin hitam matamu malam tadi
Kulupakan
putihnya kutelisik hati kuusik sepi
Kusibak
tirai jendela duka
Pada
jiwa yang pernah kubuat luka
Oh,
ternyata bayang-bayangku masih ada disitu
Aku
apa adanya dalam bening hitam matamu
Putih
senja ditelan perjalanan waktu
Sungguh
kau adalah kekasih yang nyata
Yang
tak pernah ragu atas kesetiaan hamba
Jadi
sekarang aku harus berkata apa
Karena
jika cinta ini lebih dari sekedar cinta
Begitulah
saat memandang Yusuf terpana para wanita
Tajam
pisau mengiris jari tak terasa
Jadi
sekarang lidahku menjadi berat
Karena
jika hasrat ini lebih dari sekedar hasrat
Begitulah
terbelah laut merah dengan gegaman tongkat
Ke
tanah yang dijanjikan Musa ingin selamat
Jadi
sekarang lidahku menjadi kelu
Karena
jika rindu ini lebih dari sekedar rindu
Rela
bulan jadi hati Qais dan Layla menyatu
Ketika
terbangun malam dan duduk tenggelam syahdu
Hai
engkau yang hitam matanya kujadikan cermin
Jangan
tertawakan aku jika aku cemburu kepada angin
Biarkan
dalam senjaku aku tetap berjalan
Dan
pastikan kau menjemputku di perbatasan
201707011305
Kotabaru Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar