Sabtu, 18 Juli 2020


JEMPUT AKU DI PERBATASAN  

Aku memandang cermin hitam matamu malam tadi
Kulupakan putihnya kutelisik hati kuusik sepi
Kusibak tirai jendela duka
Pada jiwa yang pernah kubuat luka

Oh, ternyata bayang-bayangku masih ada disitu
Aku apa adanya dalam bening hitam matamu
Putih senja ditelan perjalanan waktu

Sungguh kau adalah kekasih yang nyata
Yang tak pernah ragu atas kesetiaan hamba

Jadi sekarang aku harus berkata apa
Karena jika cinta ini lebih dari sekedar cinta
Begitulah saat memandang Yusuf terpana para wanita
Tajam pisau mengiris jari tak terasa

Jadi sekarang lidahku menjadi berat
Karena jika hasrat ini lebih dari sekedar hasrat
Begitulah terbelah laut merah dengan gegaman tongkat
Ke tanah yang dijanjikan Musa ingin selamat

Jadi sekarang lidahku menjadi kelu
Karena jika rindu ini lebih dari sekedar rindu
Rela bulan jadi hati Qais dan Layla menyatu
Ketika terbangun malam dan duduk tenggelam syahdu

Hai engkau yang hitam matanya kujadikan cermin
Jangan tertawakan aku jika aku cemburu kepada angin
Biarkan dalam senjaku aku tetap berjalan
Dan pastikan kau menjemputku di perbatasan

201707011305 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...