bulan
di atas atap menolak ditatap
ada
lelaki berkata dia masih penuh harap
meski
sekejap ingin menatap
ia
ingin bercerita tentang hatinya yang gemuruh
yang
lusuh yang rubuh
tak
pernah tersentuh cinta yang utuh
ah
kasihan kau lelaki
bermimpi
di siang hari
ketika
keperawanan tak lagi punya arti
kau
ingin sesuatu yang suci
peluklah
malammu dengan semua sunyi yang ada
keringkan
air mata jika kau punya
dan
jika ada rindumu berikanlah kepada pengemis
dan
kau teruslah menangis
201511261905
Kotabaru Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar