Rabu, 08 Juli 2020


KUKECUP TITIK ANTARA DUA ALIS  

pesona lubang gairah pada lekuk tubuh kekasih sudah kering kerontang habis
lebur musnah sirna hilanglenyap ditelan raut wajah kematian
yang menyapa indahsaat kukecup lembut titik antara dua alis
ah. rupanya di situlah kuburanmereka yang mati dalam pengembaraan

aku harus berkata kasihan kepada para peziarah yang menghantar tangis
mereka menunduk haru tenggelam dalam saat membaca nama pada nisan
bukankah itu hanya huruf-huruf yang disusun baris demi baris
apakah benteng kesetiaan sama harganya dengan istana kesetiaan

kukecup nikmat titik antara dua alis
kubiarkan diriku hanyut di sungai yang tak berhulu tak berhilir
dan aku tidak peduli lagi dilubuk mana aku akan tenggelam

aku masih berharap bertemu dengan si lumpuh si tuli dan si buta
meski lumpuh tuli dan buta lidahnya tak berhenti berdzikir
saat terang dengan benerangnya dan saat gelita dengan gelapnya malam

201610291135 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...