DILEMA
Pagi masih terpenuhi hamparan embun
Tersiksa rasa meredam rindu tak berujung
Melerai hati agar selalu bisa memahami
Nyata tak mungkin akan bisa dimiliki
Tersiksa rasa meredam rindu tak berujung
Melerai hati agar selalu bisa memahami
Nyata tak mungkin akan bisa dimiliki
Semilir angin tambah gigil pada raga
Semburat jingga mulai menebar pesona
Menghias indah barisan awan pada angkasa
Semburat jingga mulai menebar pesona
Menghias indah barisan awan pada angkasa
Jemari mulai peluk ringkih badan
Semoga menjadi indah semua harapan
Walau dilema datang mengoda pikiran
Semoga menjadi indah semua harapan
Walau dilema datang mengoda pikiran
Membuang rindu untuk berdiri tegak kembali
Walau engkau terus menjadi imajenasi hati
Aku coba buang desiran halus ini pada ilusi
Agar dilema hanya terukir pada barisan puisi
Walau engkau terus menjadi imajenasi hati
Aku coba buang desiran halus ini pada ilusi
Agar dilema hanya terukir pada barisan puisi
Krian 6 Juli 2020
Ujung GSM
Ujung GSM
LILIK PUJI ASTUTI
L ihatlah taman bunga, betapa
I ndahnya kelopak yang sedang mekar
L ihatlah di tepi kolam, angsa
I ndah putih sayapnya, sepasang
berenang
K ejar-kejaran menikmati indahnya
hari
P ercikan airnya memercik ke
rerumputan
U jung ranting tersiram daun
bersimbah basah
J emari lentik lembut memetik kuntum
I ndah kuntum seindah harapan
sepenuh jiwa
A h. kalau saja keindahan ini tidak
berlalu
S iang tetap cerah dan malam tetap
ceria
T entu akan sirna segala resah dan
gelisah
U ntuk apa aku aku disini jika
bunga-bunga mekar ini
T etap akan layu dan dedaunannya
gugur ke bumi
I ndah dan cerianya semoga tetap
mengisi hati
K ala kesunyian mendekap diri
202005041149_Kotabaru_Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar