Sabtu, 10 Oktober 2020

HASRAT PARA TUAN DAN PARA BUDAK

 

Sejenak menoleh maka hasrat tersesat hancur dalam perangkap

Retak-retak dinding retak-retak harapan lalu roboh terhempas

Harapan kenbali terkungkung dada sesak dalam ruang pengap

Sendiri lagi hilang sirna harapan yang tersisa hanya cemas

 

Ratapam si buta menembus langit berteriak di mana tongkat

Ratapan pelukis menembus langit berteriak di mana kanvas

Ratapan pelacur menembus langit berteriak di mana bedak

 

Bayang-bayang panjang yang terjebak dalam perangkap hasrat

Menjadi pudar disapu debu padang pasir panas dan ganas

Tiada beda hasrat para tuan dan hasrat para budak

 

Perangkap hasrat berbuah kecewa dan putus asa

Tersiksa dan terkunci mati tiada jalan kenbali

Ruang-ruang jadi hampa gelap semua sudut langit jiwa

Sejenak menoleh menjadi cetar cemeti yang menyiksa diri

 

202010021740 Kotabaru Karawang 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...