Selasa, 15 Desember 2020

 

WAJAH EMPAT TUJUH

 

 

Bangunlah dari tidur  wahai penduduk kota

Bangunlah dari lupa bangunlah dari sia-sia

Bangunlah dengan aman damai sejahtera

Bangunlah dan sadarlah empat tujuh kita sama

 

 

Demikian dalam untaian masa berkata para penyeru

Penyeru yang lembut dan sabar dan luhur budi

Menyeru untuk berjalan seiring di bumi indah

 

 

Namun tersurat betapa hebat sembilan naga nafsu

Menggiring daging berdenyut untuk mencintai diri

Empat tujuh tak terlihat karena tak punya wajah

 

 

Tetap lelap dalam permainan dua karena tujuh

Para penyeru datang dan pergi silih berganti

Tak punya kuasa menahan kota yang akan runtuh

Habis kisah ketika matahari tak terbit lagi

 

 

202012111537 Kotabaru Katawang

Tidak ada komentar:

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...