KETIKA
AIR MATA
Ketika
puisi menjadi air mata
Jiwa
larut dalam sunyi yang hening
Tanpa
diksi tanpa rangkaian kata
Sukma
lebur dalam sepi yang bening
Puisi
diri dalam kungkungan diri
Lepas
dari tangkapan pandang
Tidak
kalimat dan bukan bait
Tidak
teraba oleh sentuhan jemari
Namun
terasa kala mata berlinang
Menekan
dada menjelma jadi rasa terhimpit
Ketika
air mata menjadi puisi
Titiknya
adalah butir berlian
Akan
hilang semua mimpi
Basahnya
adalah sutra bertabur intan
202101250644
Kotabaru Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar