Sabtu, 18 Juli 2020


KEMENANGAN  

maka berkhutbahlah lelaki itu di puncak bukit
dengan bahasa semesta yang hening bening

jika matamu terbuka lalu engkau berkata
bahwa engkau bisa melihat cahaya itu bukan kemenangan
karena gerombolan hewan bisa melihat cahaya
tanpa harus menjadi manusia

jika telingamu terbuka lalu engkau berkata
bahwa engkau bisa mendengar itu bukan kemenangan
karena gerombolan hewan bisa mendengar suara
tanpa harus menjadi manusia

jika karena mantra kau bisa menyangga bumi
lalu kau meletakkannya di garis edar yang baru
kau balikkan sore menjadi pagi
kau buat langit putih awan biru
itu bukan kemenangan

kemenangan itu adalah
ketika telingamu tertutup rapat dalam hingar bingar halilintar
alunan musik di surga malah bisa kau dengar
karena kau dan penguasa dengar saling mendekap dalam cinta
empatpuluh tiang kau dirikan untuk ciri jenjang cinta

kemenangan itu adalah
ketika matamu tertutup rapat dalam gelap
engkau tetap bisa melihat kilat cahaya semesta jagat raya
karena kau dan penguasa lihat berpeluk mesra
kau siapkan duapuluh tampah juadah almaidah

kemenangan itu adalah ketika engkau menyangga swemesta
dengan lidah lalu dengan kudratnya berkata
akulah tanah kering tanah basah
yang yang memberi kabar tiga hari terakhir perjalananmu

dan akhirnya kemengangan itu adalah
ketika malaikat pencabut nyawa beruluk salam
datang menjemputmu engkau bisa berkata
aha salam juga dariku
mari atau nanti dulu

200903111044 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...