Sabtu, 18 Juli 2020


KISAH UTUSAN YANG MEMELUK SUNYI

Di tonggak satu satu empat semua utusan berdiri
Menyepuh pikir dan rasa sadar menjadi tiga empat
Lalu berjalan di muka bumi mencari kunci sakti
Yang berhasil akan senyum melihat indahnya tempat

Yang lengah pongah leher putus disembelih waktu
Yang angkuh runtuh perut kenyang makan bangkai
Jeritan melengking terkelupas kulit memeluk api

Tiang sembilanbelas yang dekat dimanakah itu
Empatbelas yang nyata tidak pernah digapai
Gelap gelita tentang tigapuluh tiga puja puji

Di tonggak satu satu empat tunas mahabbah ditabur
Tumbuh subur menjadi bunga cinta kasih sayang
Atau tunas membusuk karena jatuh di lumpur
Atau kering mati karena jatuh di padang gersang

201908301340_Kotabaru_Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...