Rabu, 08 Juli 2020


GEMBALA TERKAPAR  

Air mata rinduku pernah menitik
Bening jatuh membasahi bedak di pipimu
Saat itu kau bilang hati tercabik
Tahukah kau saat itu lukaku kembali berdarah

Api telah membakar musnah
Rumpur semak belukar padang ilalang
Yang tersisa hanya tanah hitam rekah
langit tak lagi cerita malam atau cerita siang

bisa jadi ini karena kesalahan
gembala menitipkan hati pada kuntum mawar
saat senja murm telah menyapa

air mataku pernah menitik perlahan
dan gembala terkapar tanpa penawar
untuk racun cinta yang merasuk relung jiwanya

201410091657  Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...