PUTIH
SELIMUT HATI
Pagi
lembut dekapan lembut dalam desah nafas
Kau
kirimi aku kabar harap-harap cemas
Merah
menyala yang tumpah menjadi butiran bernas
Dan
putih merpati yang menjadi gumpalan kapas
Aku
membaca dan kuterjemahkan kalimat
Pada
tonggak tobat kutambat noktah yang melekat
Wajah
dan sajadah menjadi satu terikat
Lewat
jembatan halus berharap selamat
Merah
jangan mendekat ungu jangan menjauh
Biru
kutunggu kuning membuat hening
Putih
tetaplah di sini menjadi selimut hati
Kapal
akan berlabuh
Di
lautan yang tak pernah kering
Setelah
itu matahari baru akan terbit lagi
201704062317
Kotabaru Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar