SAJAK
YANG TAMPAK RETAK
Lama
hilang malam ini bulan tampak lagi di celah awan hitam
Kuning
lembut redup sendiri menyapa tanpa teman kemerlip
Apakah
bulan yang datang akan menjadi teman sepanjang sunyi malam
Bersama
membuai kenangan tentang indahnya sepasang mata saat berkedip
Ini
malam indah sekaligus membawa sedih sehingga hati merintih
Karena
jembatan kukuh yang menjadi rapuh semakin jelas akan runtuh
Kedip
mata berbulu lentik alis hitam tajam meninggalkan jejak luka menganga
Bulan
redup dan kerdip mata sama mengiris jiwa menoreh luka dan pedih
Jelaga
duka bukit nestapa badai menerpa tak kunjung luruh
Melekat
erat pada jiwa pada raga menemani malam panjang dengan sejuta kisah duka
Bulan
kuning redup menyelinap kembali ke balik awan kembali malam menghilangkan
bayang-bayang
Tapi
kenangan tentang luka karena kilat mata enggan berlalu enggan beranjak
Pedihnya
makin mencengkeram sakitnya makin menusuk melekat erat tak bisa hilang
Menjelma
jadi kata menjadi kalimat menjelma menjadi bait-bait sajak yang tampak retak
202002092130_Kotabaru_Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar