Minggu, 12 Juli 2020

MEMBACA SANDYAKALA

Rasa garam tak asin lagi gula hilang manisnya
Pahit sakit menggigit asam menggeram seram
Melati tak wangi lagi cempaka hilang harumnya
Aroma daun kentut ditebar siang dan malam

Mayat bangkit berjalan ramai di tengah kota
Telinga tuli hidung disumbat buta semua mata
Kaki kotor tangan berlumpur biarkan saja

Mantera hilang tajam jampi-jampi hilang sakti
Pendekar lupa jurus langkah limbung lepas panji
Tak tahu batas negara tak mengerti batas negeri

Burung berkicau bisu diam membungkam paruh
Sungai hilang bening berubah seribu keruh
Bumi bergoyang lahar membadai tebing runtuh
Yang terjepit yang tertindih tak bisa mengaduh

201909010827_Kotabaru_Karawang




  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...