Selasa, 07 Juli 2020

PINTU DIKUNCI  

Ada tangis untukmu karena kehangatan cinta
Tapi tak ‘kan kubiarkan air mata menitik karena dendam
bagai sahara biarlah tetap kering kelopak mata
dan hati biarlah tetap tenggelam

apa gunanya kasih sayang
jika belaiannya menjadi cekikan yang membenamkan
menerangkan malam menggelapkan siang
melenyapkan semua harapan

ada tangis untukmu karena kehangatan
dankelembutan yang pernah aku rasakan
pada binar matamu saat menatap
dan getar yang aku rasakan saat engkau kudekap

cinta yang kau terima menggiringmu ke lorong gelap
mencicipi dosa yang datang bersama lendir yang kau hisap
dalam gelinjang ketika senyap
ketika tekentang dan ketika tengkurap

aku sudah mencari bait puisi pada kicau nuri
melati mati bunganya layu gugur ke bumi
layar ditutup penonton pulang panggung dipeluk sunyi
pintu dikunci

201607040531 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...