Rabu, 08 Juli 2020


AKU PUISI ITU AKU  

Seratus prajurit melilit tubuhku dengan kawat berduri
Lalu karenanya kulit dagingku robek berdarah-darah
Meski tak punya arti aku akan tetap berpuisi
Untuk puisi akau mencetak diri untuk tidak menyerah

Ke tubuhkah seratus pedang ditebaskan
Lalu karenanya tubuhku menjadi serpihan
Meski tak punya arti puisi tetap kugumamkan
Untuk puisi bagiku tak ada batas perjalanan

Beringas moncong senapan dikulumkan ke mulutku
Pelatuk ditarik meledak hancur kepala
Meski tak punya arti kepada puisi aku tetap rindu
Untuk puisi aku akan berhenti jika mati yang bicara

Aku diikat erat-erat dibakar abuku dibuang ke laut
Aku tidak akan pernah gentar akau tak akan takut
Seribu masalah menghantam jiwa dicipta jadi kemelut
Untuk puisi meski tak punya arti ruhnya tak akan larut

Sembilanpuluh sembilAn bidadari bugil telanjang
Menarikku gemas bercumbu bermalam panjang di ranjang
Meski tak punya arti aku tak akan pernah bimbang
Untuk puisi meski tak punya arti aku akan tetap garang

Dalam puisi aku bernafas dengan puisi aku bernafas
Dengan puisi kujejak bumi kupeluk langit biru
Hilang gentar hilang resah hilang takut hilang cemas
Karena aku adalah aku dan puisi itu aku

201707190959 Kotabaru Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...