Muntah
mabuk nasi basi penyair garang tekan pinggang
Berteriak
lantang menggelegar ini aku dewa pujangga
Namaku
tinggi di langit bersama bintang-bintang
Penyair
ingusan mana bis dikau kejar beta
Muntah
mabuk nasi basi penyair nyinyir bernyanyi
Nyaring
meengking menjerit ini aku maharesi puisi
Sebagai
raja puisi aku tk perlu berbasa basi
Kata-kataku
dari malaikat bait-baitku dari langit
Sekali
kutulis seketika puisiku jadi tumpukan duit
Belalakkan
matamu lihat kenigmu jangan mengernyit
Muntah
mabuk nasi basi penyair sindir menyindir
Berputar-putar
berkubang dalam kubangan lumpur
Letih
gemetar kehilangan kapasitas berpikir
Melihat
nasi segar pandangan malah jadi kabur
201801081838
Kotabaru Karawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar