Sabtu, 18 Juli 2020



IIN

Senja mendung muram di teras tampak seraut wajah
Datang mengetukkan tongkat keras sengaja singgah
Tongkat pendek bahu miring nafas terengah-engah
Kulit coklat hitam terbakar dalam sisa langkah

Kadang siang kadang sore ia datang bertandang
Kadang berbisik kadang lantang suaranya garang
Telapak tangan gemetar menggenggam menitipkan uang

Orang lain jangan tahu ini rahasia katanya
Ini hanya untuk kita bertiga
Bapak ibu dan saya

Iin pengemis hujan panas mengukur jalan
Setiap hari pagi ke sore tak pernah bosan
Ada mulut-mulut menggantungkan harapan
Mengisi hidup dengan kehidupan

201909100849_Kotabaru_Karawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKU MASIH DI SINI (2)

  AKU MASIH DI SINI (2)   Kini aku di sini menari dalam bait-bait puisi Mendendangkan lagu-lagu hati lagu-lagu mati Dalam surgaku dalam nera...